Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) mendorong suami mereka menjadi birokrat yang mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, bukan mengejar jabatan karena kedekatan pribadi atau politik.
Pesan itu disampaikan Anwar saat membuka Forum Komunikasi (Forkom) III DWP se-Sulawesi Tengah 2026 di GOR Peapua Abdurrabie, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Kamis, 8 Oktober 2026. Forum tersebut mengangkat tema penguatan personal branding untuk membentuk perempuan yang berintegritas, berdaya, dan berkarakter.
Menurut Anwar, personal branding tidak cukup dibangun melalui media sosial. Nilai itu harus tercermin dalam sikap dan cara birokrat melayani masyarakat.
“Pelayan rakyat itu dia yang mencari rakyat untuk melayani, bukan rakyat yang mencari dia untuk dilayani. Ini paradigma yang harus kita geser,” kata Anwar.
Ia mencontohkan kebiasaannya menerima masyarakat sejak selepas salat Subuh hingga pagi hari. Menurut dia, pelayanan publik tidak semestinya dibatasi jam kantor ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Anwar juga meminta anggota DWP mendukung suami yang bekerja di lapangan dan hadir di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya meritokrasi dalam penempatan jabatan di pemerintahan.
“Dorong suaminya mendapatkan jabatan karena karyanya, bukan karena pendekatannya. Kita membutuhkan orang yang mendapatkan jabatan karena prestasinya,” ujarnya.
Sementara itu, Penasehat DWP Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, mengatakan personal branding bukan sekadar penampilan di ruang publik, melainkan cerminan nilai, karakter, kompetensi, dan konsistensi seseorang.
Ia mendorong anggota DWP menunjukkan kontribusi melalui karya nyata, termasuk di bidang keluarga, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan perempuan. Media sosial, menurut dia, juga dapat digunakan untuk memperkenalkan karya dan menyebarkan pesan positif.
Sry berharap DWP dikenal bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kontribusinya terhadap masyarakat.
ADV-PPID








