Menu

Mode Gelap

Bisnis · 22 Feb 2026 19:34 WITA ·

Setahun Anwar–Reny, IPM Sulteng Naik dan Ekonomi Tertinggi Kedua Nasional

badge-check

Redaksi


 Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido saat peringatan setahun kepemimpinan di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu. Foto: Pemprov Sulteng Perbesar

Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido saat peringatan setahun kepemimpinan di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu. Foto: Pemprov Sulteng

Setahun Anwar Reny memimpin Sulawesi Tengah, sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,80 dan pertumbuhan ekonomi daerah menempati peringkat kedua tertinggi secara nasional.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menandai satu tahun kepemimpinan tersebut dengan doa bersama, dzikir, buka puasa, serta penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako di Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026).

Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, TNI–Polri, tokoh agama, serta ribuan masyarakat.

Gubernur Anwar Hafid mengatakan tahun pertama pemerintahan menjadi fase penting untuk meletakkan fondasi kebijakan yang responsif dan berpihak pada rakyat.

Ia mengakui adanya tekanan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, namun memastikan pelayanan publik tetap menjadi prioritas.

“Pemerintah tidak boleh lemah. Di tengah keterbatasan anggaran, kami tetap memastikan program prioritas berjalan,” ujar Anwar.

Capaian tersebut ditopang oleh sejumlah program prioritas yang dirancang sejak awal kepemimpinan. Pemerintah mencatat peningkatan kualitas pembangunan manusia melalui program Berani Cerdas dan Berani Sehat, yang menjadi dua pilar utama dalam setahun Anwar–Reny memimpin Sulawesi Tengah.

Pada sektor pendidikan, pemerintah menjalin kerja sama dengan sekitar 400 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Skema pembiayaan dilakukan langsung ke kampus untuk memastikan mahasiswa penerima manfaat tidak terbebani prosedur administratif yang berbelit.

“Mahasiswa tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya. Begitu ada keterangan dari kampus, pemerintah langsung mentransfer ke perguruan tinggi,” kata Anwar.

Di bidang kesehatan, Program Berani Sehat menjadi penopang ketika lebih dari 111 ribu warga Sulawesi Tengah terdampak penonaktifan kepesertaan JKN secara nasional. Melalui skema ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP.

Selain itu, peningkatan layanan rujukan ditandai dengan terlaksananya operasi jantung terbuka pertama di RSUD Undata pada 2025. Pemerintah juga menargetkan pembukaan pendidikan dokter spesialis mulai 2026 melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin.

Di sektor infrastruktur, pemerintah provinsi memprioritaskan pembukaan konektivitas wilayah yang selama ini menjadi hambatan distribusi ekonomi. Salah satu fokusnya adalah jalur Sausu–Sigi yang rawan longsor dan kerap menghambat mobilitas hasil perkebunan masyarakat. Pembenahan akses tersebut dinilai krusial untuk mempercepat perputaran ekonomi dan mengurangi keterisolasian sejumlah wilayah.

Penguatan juga dilakukan di sektor transportasi udara. Pemerintah mencatat pembukaan kembali penerbangan internasional serta rencana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Palu pada April 2026. Bandara Mutiara SIS Al-Jufri pun didorong agar ke depan dapat berfungsi sebagai embarkasi haji.

Anwar menilai geliat transportasi udara memiliki efek berantai terhadap perekonomian daerah.

“Kalau bandara ramai, hotel tumbuh, rumah makan hidup, UMKM bergerak. Ekonomi rakyat akan ikut naik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi penggerak ekonomi, Kota Palu juga dipersiapkan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2027. Pemerintah memperkirakan ajang tersebut akan menghadirkan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia dan memberi dampak signifikan terhadap sektor perhotelan, kuliner, serta UMKM.

Menutup rangkaian kegiatan refleksi setahun kepemimpinan, Anwar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal pembangunan yang sedang berjalan. Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, namun optimistis fondasi kebijakan yang telah diletakkan akan memperkuat arah pembangunan ke depan..

“Kami sadar kerja ini belum sempurna. Tapi fondasi sudah kita letakkan. Dengan doa, kebersamaan, dan kerja keras, saya yakin Sulawesi Tengah akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” katanya.

Capaian setahun Anwar–Reny tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan agenda pembangunan pada tahun berikutnya.

ADV-PPID

Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya

Produksi Emas 100 Gram Dikenai Iuran Rp 20,1 Juta di Sulawesi Tengah

9 September 2026 - 09:38 WITA

emas batangan hasil tambang rakyat

Wawali Palu Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Pemkot Perkuat Pemantauan Harga

7 September 2026 - 18:37 WITA

Wawali Palu Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Pemkot Perkuat Pemantauan Harga

Dubes Jerman Ralf Beste Tiba di Palu, Disambut Gubernur Anwar Hafid

26 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Gubernur Anwar Hafid berdialog dengan Duta Besar Jerman Ralf Beste di Palu

Gubernur Anwar Hafid Letakkan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Buol

25 Agustus 2026 - 17:22 WITA

Gubernur Anwar Hafid melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Buol.

Anwar Hafid: Bahlil Janjikan Revisi Kepmen ESDM 157, Sulteng Minta Porsi DBH Lebih Adil

20 Agustus 2026 - 22:18 WITA

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bertemu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membahas revisi Kepmen ESDM 157.

Inflasi Palu 2,96 Persen, Pemkot Perkuat Pengendalian Harga dan Digitalisasi UMKM

20 Agustus 2026 - 21:35 WITA

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengikuti High Level Meeting TPID Kota Palu.
Trending di Bisnis