Menu ✖

Mode Gelap

Peristiwa · 12 Jan 2026 15:54 WITA ·

Pemprov Sulteng Kerahkan Alat Berat dan Bangun Posko Banjir Donggala

badge-check

Redaksi


 Petugas kepolisian membantu evakuasi warga, termasuk anak-anak, melintasi jalur terdampak banjir dan longsor di wilayah Donggala. Foto: Tim Gubernur Sulteng Perbesar

Petugas kepolisian membantu evakuasi warga, termasuk anak-anak, melintasi jalur terdampak banjir dan longsor di wilayah Donggala. Foto: Tim Gubernur Sulteng

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) bergerak cepat menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Desa Wani dan sejumlah wilayah di Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Penanganan darurat dilakukan atas instruksi langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dengan mengerahkan BPBD Provinsi bersama instansi terkait ke lokasi terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, meninjau langsung lokasi bencana pada Senin (12/1/2026). Ia menyampaikan bahwa meskipun akses jalan di sejumlah titik masih terputus, Pemprov Sulteng telah menurunkan alat berat untuk membuka akses serta membersihkan material banjir dan longsor.

“Kami langsung turun ke lokasi. Alat berat sudah kami kerahkan dan ditempatkan di titik-titik terdampak untuk penanganan awal, terutama membuka akses agar aktivitas dan transportasi masyarakat bisa kembali normal,” ujar Asbudianto.

Menurutnya, salah satu wilayah terdampak paling parah berada di Dusun Sesere, Desa Wani, dengan jumlah warga terdampak lebih dari 100 kartu keluarga. Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga merusak infrastruktur serta melumpuhkan akses jalan penghubung antar desa.

Asbudianto menjelaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas sektor. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Donggala, Polres Donggala, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan respons darurat berjalan optimal.

Sebagai bagian dari upaya penanganan, Pemprov Sulteng juga menyiapkan posko bencana yang akan dipusatkan di Desa Wani. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi penanganan darurat sekaligus pelayanan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, Desa Wani tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan terberat. Sedikitnya empat rumah dilaporkan hanyut, sementara di Dusun Cisere ditemukan tiga unit sepeda motor terseret arus banjir. Sejumlah titik longsor juga menyebabkan akses jalan serta infrastruktur dasar, termasuk jaringan listrik, belum dapat difungsikan.

Terkait akses jalan yang masih terputus, Asbudianto menegaskan bahwa Pemprov Sulteng akan melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Kami akan melakukan asesmen terhadap kondisi infrastruktur terlebih dahulu. Dari hasil itu, akan ditentukan langkah penanganan lanjutan agar akses masyarakat bisa kembali normal, sesuai arahan Bapak Gubernur,” pungkasnya.

TIM-GUB

Artikel ini telah dibaca 45 kali

Baca Lainnya

Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Parigi Moutong

6 Oktober 2026 - 22:15 WITA

Kawasan transmigrasi bahari Tomini raya

Wagub Reny: Setiap Rupiah APBD 2027 Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat

6 Oktober 2026 - 21:29 WITA

DJPb Sulteng Siapkan Dashboard Fiskal untuk Pantau Anggaran Pemkot Palu

5 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Audiensi Pemkot Palu dan Kanwil DJPb Sulawesi Tengah membahas percepatan program dan pengelolaan anggaran

HUT ke-81 TNI, Anwar Hafid Apresiasi Peran Prajurit hingga Pelosok Sulteng

5 Oktober 2026 - 13:53 WITA

Reny Tegaskan Kebudayaan Sulteng Tidak Akan Digabung dengan Pariwisata

5 Oktober 2026 - 12:26 WITA

Dialog dengan Warga Wombo Kalonggo, Anwar Hafid Serahkan 1.500 Paket Sembako

5 Oktober 2026 - 12:14 WITA

Trending di Sulawesi Tengah