Menu

Mode Gelap

Cek Fakta · 25 Feb 2024 18:26 WITA ·

Waspada, Video Hoaks Pengungsi Rohingya Beredar Selama Tahapan Pemilu 2024

badge-check

Redaksi


 Waspada, Video Hoaks Pengungsi Rohingya Beredar Selama Tahapan Pemilu 2024 Perbesar

Narasi negatif tentang pengungsi Rohingya beredar selama tahapan Pemilu 2024. Beberapa video beredar dengan klaim bahwa pengungsi Rohingya sengaja di mobilisasi ke Indonesia untuk kepentingan calon presiden tertentu.

Beberapa video hoaks yang beredar selama masa tahapan Pemilu 2024 kian menambah sentimen negatif terhadap pengungsi Rohingya.

Sebuah video di YouTube memperlihatkan ratusan orang berkumpul di sebuah lapangan dan sejumlah perahu berisi penumpang melaju di laut. Tidak ada narasi suara dalam video, tetapi terdapat tulisan yang menyatakan video memperlihatkan Rohingya yang datang untuk mencoblos Anies dalam Pilpres 2024.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Aceh, Azharul Husna, mengatakan bahwa narasi yang mengatakan Rohingya datang ke Aceh karena direkrut untuk mencoblos di Pemilu 2024 adalah keliru.

Dia menjelaskan dua fakta yang bertentangan dengan narasi yang beredar di YouTube tersebut. Pertama, sesungguhnya alasan kepergian Rohingya dari tempat asalnya adalah perang dan situasi represif yang mereka alami.

“Kedua, untuk dapat memilih (dalam pemilu), peserta harus masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),” kata Husna pada Tempo melalui pesan, Selasa, 6 Februari 2024.

https://cekfakta.tempo.co/fakta/2756/keliru-pengungsi-rohingya-direkrut-datang-ke-aceh-untuk-coblos-anies-baswedan

Klaim bahwa gelombang kedatangan Rohingya ke Indonesia merupakan bagian dari permainan untuk memenangkan salah satu paslon capres-cawapres dalam Pemilu 2024 juga beredar di Instagram.

Narasi itu mengaitkan kasus seorang pengungsi Rohingya di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang pernah masuk daftar pemilih tetap (DPT) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kemungkinan ikut mencoblos pada pemilu tahun 2018.

Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gelombang kedatangan pengungsi Rohingya ke Indonesia pada akhir 2023, merupakan permainan politik yang bertujuan menambah suara untuk salah satu calon dalam Pemilu 2024, adalah keliru.

Sesungguhnya tujuan Rohingya yang melakukan perjalanan dari Bangladesh ke Indonesia dalam beberapa kelompok itu, adalah untuk menyelamatkan diri dari ancaman bahaya di Myanmar negerinya, dan Bangladesh, tempat mereka mengungsi sebelumnya. Kasus satu Rohingya yang membuat KTP, KK dan masuk DPT tidak bisa digeneralisasi terjadi pada seluruh pengungsi yang saat ini mencari keselamatan di Indonesia.

https://cekfakta.tempo.co/fakta/2703/keliru-klaim-gelombang-kedatangan-pengungsi-rohingya-untuk-menangkan-calon-tertentu-dalam-pemilu-2024

Meski sempat viral, belakangan kedua video itu telah dihapus oleh masing-masing pengunggahnya.

Lembaga analisis media sosial, Drone Emprit, membuat analisis tentang sentimen negatif terhadap pengungsi Rohingya dalam periode 2 – 8 Desember 2023.

Tertera bahwa jumlah sebutan Rohingya di X jauh lebih tinggi yakni mencapai 47.672 dibandingkan dengan berita online sebanyak 4.421. Dalam grafik Drone Emprit terlihat peningkatan sebutan Rohingya membesar mulai 6 Desember.

Ismail Fahmi menjelaskan, klaster yang kontra terhadap pengungsi Rohingya sebetulnya lebih kecil daripada yang pro. Meski begitu, menurutnya, dampaknya sangat signifikan meningkatkan volume percakapan di X.

Sebab informasi bohong dan narasi kebencian terhadap pengungsi Rohingya disebarkan oleh akun-akun fanbase atau forum yang memiliki banyak pengikut dan pengirimnya tidak mengungkapkan identitas alias ‘pesan anonim’.

“Karena pengikutnya banyak, otomatis akan menyebar dan teknik ini sudah umum dipakai… terbukti responsnya sangat besar dan ketika diamplifikasi oleh para pendukungnya menjadi pembahasan nasional,” ujar Ismail Fahmi kepada BBC News Indonesia.

Aliansi Jurnalis Independen atau AJI menyebut pengungsi etnis Rohingya telah menjadi sasaran disinformasi serta narasi negatif dan kebencian di media sosial. Trennya meningkat setelah 1.887 pengungsi Rohingya mendarat di sejumlah pantai di Provinsi Aceh sejak awal November hingga Desember 2023.

Jenis-jenis disinformasi dan narasi kebencian itu seperti etnis Rohingya akan menjajah Indonesia serta konten yang membingkai perilaku buruk pengungsi Rohingya yang kemudian digeneralisasi secara bias.

Ketua Umum AJI Indonesia Sasmito mengatakan, AJI masih menemui pemberitaan media yang mengamplifikasi disinformasi dan narasi kebencian. Hal tersebut dapat mempertebal diskriminasi dan kebencian di masyarakat yang dapat mengarah pada tindak kekerasan, baik secara langsung maupun tidak kepada pengungsi etnis Rohingya. 
 
“Media harus berhati-hati di tengah banjirnya hoaks dan narasi kebencian terhadap etnis Rohingya yang terjadi menjelang Pemilu 2024, sehingga isu ini mudah dipolitisasi demi tujuan elektoral,” kata Sasmito, dilansir dari laman resma AJI, 28 Desember 2023.

Tim Cek Fakta PaluPoso.id

Follow Berita PaluPoso.id di Google News

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Pemkot Palu Larang Peserta Didik Bawa Kendaraan ke Sekolah

18 Juli 2024 - 15:13 WITA

Siswa Mengendarai Sepeda Motor ke Sekolah

Akui Bersalah, Dirlantas Polda Sulteng Minta Maaf ke Jurnalis SCTV Palu

18 Juli 2024 - 13:33 WITA

Dirlantas Polda Sulteng Kombes Pol Dodi Darjanto menyampaikan permohonan maaf kepada Syamsuddin Tobone, Jurnalis SCTV Palu

Dirlantas Polda Sulteng Dikecam Diduga Lecehkan Wartawan SCTV Palu

18 Juli 2024 - 12:44 WITA

Jagokan Erwin Burase di Pilkada 2024, Ini Harapan Petani Parigi Moutong

17 Juli 2024 - 14:39 WITA

Jagokan Erwin Burase di Pilkada 2024, Ini Harapan Petani Parigi Moutong

Pertama di Sulteng, 24 Bus TransPalu Akan Beroperasi Oktober 2024

17 Juli 2024 - 11:12 WITA

Wali Kota Palu meninjau langsung progres pengerjaan Bus TransPalu di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, 16 Juli 2024.

Erwin Burase Resmi Buka Turnamen Badminton Armanda 2024 di Parigi Moutong

15 Juli 2024 - 16:12 WITA

Erwin Burase Resmi Buka Turnamen Badminton Armanda 2024 di Parigi Moutong, Minggu malam, 14 Juli 2024
Trending di News