Menu

Mode Gelap

Bisnis · 16 Nov 2025 17:06 WITA ·

TFR Parigi Moutong Naik, Pemkab Perkuat Program Keluarga

badge-check

Redaksi


 Ilustrasi Tenaga kesehatan memberikan penyuluhan Keluarga Berencana kepada warga di puskesmas, dihadiri tokoh masyarakat dan ibu-ibu peserta sosialisasi. Foto: AI-PPID Perbesar

Ilustrasi Tenaga kesehatan memberikan penyuluhan Keluarga Berencana kepada warga di puskesmas, dihadiri tokoh masyarakat dan ibu-ibu peserta sosialisasi. Foto: AI-PPID

Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Parigi Moutong tercatat meningkat dari 2,30 pada tahun 2023 menjadi 2,32 pada tahun 2024. Meski terlihat kecil, angka ini menandai perlunya intervensi lebih kuat untuk mengendalikan laju kelahiran. Pasalnya, angka tersebut masih berada di atas rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah dan berpotensi mempengaruhi pertumbuhan penduduk beberapa tahun mendatang.

Melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029, pemerintah menempatkan pengelolaan kuantitas penduduk sebagai prioritas awal. Program KB modern berbasis metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) akan diperluas, termasuk pelatihan tenaga kesehatan untuk pemasangan IUD, implant, serta safari KB khusus di wilayah terpencil. Pemerintah juga mulai memperkuat edukasi keluarga berencana untuk pasangan usia subur.

Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, mengatakan peningkatan TFR tidak boleh dianggap sepele.

“Peningkatan kecil ini peringatan bahwa pengendalian kelahiran tidak boleh longgar,” ujarnya saat ditemui PaluPoso.id, Sabtu (15/11/2025).

Menurutnya, kuatnya budaya memiliki banyak anak serta tingginya pernikahan usia muda masih menjadi faktor dominan.

Selain meningkatkan layanan KB, pemerintah juga memperluas program bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, kampanye kesehatan reproduksi di sekolah, dan sosialisasi pencegahan pernikahan dini melalui desa dan kecamatan. Upaya ini dinilai penting untuk menurunkan kehamilan remaja yang turut menyumbang tingginya angka fertilitas.

Irwan menegaskan bahwa pengendalian kelahiran bukan sekadar soal kontrasepsi, tetapi upaya menyeluruh yang menghubungkan kesehatan ibu, pendidikan remaja, dan kesejahteraan keluarga. Dengan intervensi terencana, TFR diharapkan dapat ditekan mendekati target nasional 2,1 anak per perempuan.

 

ADV-PPID

Artikel ini telah dibaca 45 kali

Baca Lainnya

Produksi Emas 100 Gram Dikenai Iuran Rp 20,1 Juta di Sulawesi Tengah

9 September 2026 - 09:38 WITA

emas batangan hasil tambang rakyat

Wawali Palu Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Pemkot Perkuat Pemantauan Harga

7 September 2026 - 18:37 WITA

Wawali Palu Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Pemkot Perkuat Pemantauan Harga

Dubes Jerman Ralf Beste Tiba di Palu, Disambut Gubernur Anwar Hafid

26 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Gubernur Anwar Hafid berdialog dengan Duta Besar Jerman Ralf Beste di Palu

Gubernur Anwar Hafid Letakkan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Buol

25 Agustus 2026 - 17:22 WITA

Gubernur Anwar Hafid melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Buol.

Anwar Hafid: Bahlil Janjikan Revisi Kepmen ESDM 157, Sulteng Minta Porsi DBH Lebih Adil

20 Agustus 2026 - 22:18 WITA

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bertemu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membahas revisi Kepmen ESDM 157.

Inflasi Palu 2,96 Persen, Pemkot Perkuat Pengendalian Harga dan Digitalisasi UMKM

20 Agustus 2026 - 21:35 WITA

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengikuti High Level Meeting TPID Kota Palu.
Trending di Bisnis