Menu

Mode Gelap

News · 4 Apr 2023 22:54 WITA ·

Poso Dikelilingi Banjir, 66 Unit Rumah Terendam

badge-check

Redaksi


 Tiga titik banjir terjadi di Kabupaten Poso akibat hujan deras. Foto: BPBD Sulteng Perbesar

Tiga titik banjir terjadi di Kabupaten Poso akibat hujan deras. Foto: BPBD Sulteng

Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah membuat sejumlah titik terendam banjir sejak sore hari, Selasa 4 April 2023.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andi Sembiring mengungkapkan, sebagian besar banjir merendam jalan raya dan pemukiman warga.

Titik terparah banjir di Poso sebut Andi Sembiring ialah berada di Desa Salindu, Kecamatan Pamona Tenggara, dengan merendam 45 unit rumah milik warga dan 89 jiwa terdampak.

Sedangkan banjir yang terjadi di Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso Kota Utara merendam 20 unit rumah, 1 unit gedung STAI dan sebagian ruas jalan.

Kemudian banjir di Kelurahan Kayamanya Sentral, Kecamatan Poso Kota hanya merendam 1 unit rumah.

“Banjir di Kelurahan Lawanga dan Kelurahan Kayamanya terjadi pada pukul 17.00 Wita, sedangkan banjir di Desa Salindu sejak pukul 14.00 hingga 18.00 Wita,” ungkap Andi Sembiring.

Andi Sembiring menjelaskan, banjir di tiga titik itu disebabkan akibat intensitas hujan tinggi hingga membuat sungai dan drainase meluap karena tidka mampu menampung debit air.

Akibat hujan lebat lebat itu, kata Andi Sembiring, luapan air meluap ke permukiman warga dan fasilitas umum dengan ketinggian hingga lutut orang dewasa.

“Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, hanya saja di Desa Salindu terdapat 22 kepala keluarga terpaksa mengungsi kerumah kerabatnya,” ungkap Andi Sembiring.

Andi Sembiring menyarankan agar instansi terkait secepatnya melakukan perbaikan drainase, pembuatan tanggul hingga normalisasi sungai, Agar kedepannya saat hujan kembali turun tidak lagi terjadi banjir

“Kondisi terkini di tiga titik banjir itu, airnya sudah surut, kemudian masyarakat kembali rumahnya masing-masing untuk membersihkan tumpukan sampah dan material yang menghalangi aliran air sungai,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

Identitas Korban Air Terjun Wera yang Ditemukan di Sungai Palu

28 Februari 2024 - 10:34 WITA

Komitmen Pemkot Palu dalam Wawancara Paritrana Award 2024

27 Februari 2024 - 17:22 WITA

Gedung Universitas Terbuka Palu Diresmikan, Momentum Pengembangan Sumber Daya Manusia

27 Februari 2024 - 13:54 WITA

universitas-terbuka-palu

YPKN Sosialisasikan Bahaya Kanker dan Tumor di Parigi Moutong

26 Februari 2024 - 20:19 WITA

Ratusan Mahasiswa Untad Palu Geluti Studi Independen Kelurahan Cantik

26 Februari 2024 - 19:42 WITA

Cek Fakta: Salah, Video Ribuan TKA China di Morowali

26 Februari 2024 - 19:06 WITA

Trending di News