Menu

Mode Gelap

News · 12 Okt 2023 17:24 WITA ·

Mantan Rektor Untad Ditahan

badge-check

Redaksi


 Mantan Rektor Untad, Basir Cyio. Foto: Istimewa Perbesar

Mantan Rektor Untad, Basir Cyio. Foto: Istimewa

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menahan mantan Rektor Untad Palu, Muhammad Basir Cyio dan satu orang lainnya terkait dugaan korupsi.

Keduanya ditahan di Rutan Kelas II A Palu, pada Kamis (12/10/23), setelah adanya surat perintah penahanan dengan Nomor: 02.P2.P.2.P.5 FD10/2023.

“Penahanan ini dilakukan oleh tim penyidik tindak pidana khusus dalam kasus dugaan korupsi International Publication and Collaborative Center (IPCC). Dan penahanannya akan dilakukan selama 20 hari, mulai dari Kamis (12/10/2023) hingga Selasa (31/10/2023), di rumah tahanan kelas II A Palu,” ungkap Abdul Haris Kiay, Pelaksana Tugas Kepala Seksi Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Kejati Sulteng.

Diketahui, Basir Cyio merupakan mantan Rektor Untad dua periode pada 2011-2019, dan satu orang lainnya TB selaku Koordinator IPCC Untad.

Sebelum dilakukan penahanan, Basir Cyio dan TB terlebih dahulu diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sulteng.

Setelah pemeriksaan saksi, tim penyidik Jaksa memutuskan keduanya menjadi tersangka dalam kasus ini.

“Sekitar 4 jam pemeriksaan di Kejati Sulteng, kemudian keduanya dibawa ke rumah tahanan,” kata Abdul Haris.

Menurut Abdul Haris, keduanya diduga melanggar pasal 2 Juncto pasal 18 dan subsider pasal 3 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Adapun indikasi kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp1,7 miliar, tetapi hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya dugaan sementara bahwa kerugian sebenarnya mungkin lebih dari Rp4 miliar, terkait dengan perjalanan fiktif dalam kegiatan-kegiatan IPCC Untad Palu.

Kasus ini bermula dari laporan Kelompok Peduli Kampus (KPK) Untad terkait dugaan korupsi di lingkungan universitas tersebut.

Selain itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek juga menemukan temuan serupa dalam penggunaan anggaran untuk perjalanan dinas dalam negeri dan kegiatan fiktif senilai Rp574 juta.

Syahrul, kuasa hukum tersangka, menyatakan bahwa kejaksaan telah menetapkan kedua tersangka dan melaksanakan penahanan sesuai prosedur.

“Kami berusaha memahami prosedur hukum, dan kasus dugaan korupsi IPCC Untad ini tentunya memberikan pembelaan terbaik bagi klien kami,” singkatnya. *(Tim)

Follow Berita PaluPoso di Google News

Artikel ini telah dibaca 51 kali

Baca Lainnya

Ini Pesan Khusus Wali Kota Palu kepada Jemaah Haji

26 Mei 2024 - 23:04 WITA

Jurnalis Palu Tolak Revisi UU Penyiaran

24 Mei 2024 - 21:58 WITA

KPU Palu Luncurkan Tahapan Pilkada 2024, Siapkan Biaya Rp 55,25 Miliar

23 Mei 2024 - 11:06 WITA

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu secara resmi meluncurkan tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu di Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu.

Kadis Kominfo Palu: ORARI, Garda Terdepan Komunikasi Darurat

19 Mei 2024 - 22:46 WITA

Musyawarah Lokal ke-XII Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Palu. Acara ini berlangsung di Gedung Pertemuan Taipa Beach, Kota Palu, Minggu 19 Mei 2024.

Telan Anggaran Rp 25 Miliar, Proyek Vatulemo di Palu Diperkirakan Rampung Juni 2024

18 Mei 2024 - 13:18 WITA

Lapangan Vatulemo

3 Korban Perahu Terbalik di Laut Morowali Ditemukan Meninggal Dunia

17 Mei 2024 - 13:56 WITA

3 Korban Perahu Terbalik di Laut Morowali Ditemukan Meninggal Dunia
Trending di News