Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menunjukkan pertumbuhan di Kabupaten Parigi Moutong. Hingga 2026, jumlah pelaku UMKM tercatat mencapai 25.152 unit usaha, menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, mengatakan perkembangan jumlah UMKM mencerminkan semakin tingginya semangat masyarakat dalam membangun usaha mandiri di berbagai sektor.
“UMKM memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi desa. Karena itu, pemerintah terus memperkuat ekosistem usaha agar pelaku UMKM dapat berkembang dan memiliki daya saing,” kata Irwan.
Menurut dia, penguatan UMKM dilakukan melalui berbagai program, mulai dari fasilitasi perizinan usaha, pelatihan peningkatan kapasitas, bantuan sarana produksi, sertifikasi halal, hingga pendampingan pemasaran produk.
Irwan menjelaskan, pengembangan UMKM menjadi bagian dari implementasi Gerakan Membangun dari Desa (Gerbang Desa) yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu prioritas pembangunan.
“Semakin banyak usaha yang tumbuh, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja dan meningkatnya pendapatan masyarakat. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong lahirnya wirausaha baru di Parigi Moutong,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan instansi terkait, untuk memperluas akses pembiayaan serta meningkatkan kualitas produk UMKM.
Melalui penguatan sektor UMKM, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi daerah semakin inklusif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa.
ADV-PPID








