Menu

Mode Gelap

News · 14 Apr 2023 14:05 WITA ·

Hadianto Pacu IKM Tembus Pasar Ekspor

badge-check

Redaksi


 Wali Kota Palu Hadianto Rasyid melaksanakan pertemuan dengan Tim Inkubator Bisnis Kota Palu. Foto: Humas Pemkot Palu Perbesar

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid melaksanakan pertemuan dengan Tim Inkubator Bisnis Kota Palu. Foto: Humas Pemkot Palu

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid melaksanakan pertemuan dengan Tim Inkubator Bisnis Kota Palu diruang kerjanya, Kamis 13 April 2023.

Dalam kesempatan ini, Hadianto Rasyid mendengarkan langsung progres yang dilakukan para Tim Inkubator Bisnis Kota Palu dalam memberikan pendampingan kepada IKM.

Perwakilan Tim Inkubator Bisnis Kota Palu, Rizky mengatakan tahun 2023, skema yang dilakukan kurang lebih sama dengan tahun sebelumnya.

“Tahun ini skemanya kurang lebih sama, tapi ada beberapa yang kita tambahkan supaya programnya lebih oke,” kata Risky.

Risky mengungkapkan, ada beberapa program umum Tim Inkubator Bisnis Kota Palu, antara lain yakni persiapan dan open rekrutmen, seleksi, serta pendampingan.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya memasuki tahap pendampingan yang dilaksanakan sejak bulan April hingga November 2023.

“Saat ini kita sudah masuk pendampingan pak, tapi untuk informasi saat rekruitmen dan seleksi kemarin, kita menentukan skema pendampingannya seperti apa. Pada akhirnya kita ada pendampingan IKM, dukungan peralatan, hingga bisnis matching,” jelasnya di hadapan Wali Kota Palu.

Rizky mengatakan, saat proses rekrutmen yang sebelumnya disebar di akun Instagram resmi Pemerintah Kota Palu dan Wali Kota, ada 122 responden untuk mendaftar program Inkubator Bisnis ini.

Ia menyatakan, jumlah responden tersebut terbilang banyak, padahal hanya dibuka selama tujuh hari,

Dari 122 responden yang mendaftar ini, katanya pihaknya memilih 25 IKM yang potensial. Kemudian Tim Inkubator melakukan visitasi dan meninjau langsung, lalu dipilihlah 16 IKM yang akan didampingi secara intensif kali ini.

Setiap IKM nantinya akan didampingi seorang mentor selama lima sampai enam pekan. Dimana yang diberikan selain edukatif, juga implementatif.

“Kita tidak hanya melatih IKM saja, tapi para mentor juga menjadi tim bayangan dari IKM ini. Kita buatkan hingga desainkan, mereka tinggal pakai. Sembari menggunakan, kita juga sekaligus mengajarkan bagaimana penggunaannya. Cangkupan pendampingannya mulai dari pemasaran digital, branding, hingga manajemen keuangan dan lainnya,” jelas Rizky.

Lebib lanjut Rizky mengatakan, selain memberikan pendampingan, pihaknya juga sedang menguruskan hak intelektual atau HaKI dari masing-masing IKM.

Perbedaannya di banding tahun kemarin, jumlah tim pendampingnya jauh lebih banyak dari enam menjadi delapan orang pendamping, sehingga membuat kerjanya lebih optimal.

Kemudian, jumlah IKM yang didampingi pun juga bertambah, dari sembilan menjadi 16 IKM yang tersebar di delapan kecamatan se-Kota Palu. Dengan demikian, masing-masing kecamatan, terdapat dua IKM yang didampingi.

“Durasi pendampingannya juga bertambah, yang awalnya cuma empat bulan, bisa dioptimalkan sampai sembilan bulan. Serta sektor yang kita dampingi, jauh lebih variatif. Mulai dari industri pangan, mebel, hingga fashion, dan lainnya,” ungkap Rizky.

Selain itu, lanjutnya akan dilakukan peningkatan kapasitas bagi tim pendamping, sehingga menjadi momentum bagi mereka untuk meng upgrade ilmu.

Hadianto Rasyid dalam hal ini menginginkan agar tidak hanya IKM yang didampingi, akan tetapi UMKM juga masuk di dalamnya.

“Oleh karena itu, Inkubator Bisnis berbasis Digital ini tidak hanya berbicara tentang IKM, tapi UMKM juga. Bisa dibilang, IKM sudah setengah _mashum_ ya, tapi UMKM, mines pemahaman mereka terkait bagaimana mendorong agar usaha mereka bisa tumbuh baik,” ujarnya.

Hadianto Rasyid mengatakan, target Pemerintah Kota Palu dalam pelaksanaan Inkubator Bisnis Berbasis Digital ini adalah kelurahan. Sehingga pendampingan itu dilakukan di setiap kelurahan.

Hanya saja, hal tersebut bertahap. Mulai dari tingkat kecamatan dan nantinya menyusul ke masing-masing kelurahan.

“Setelah dari kecamatan, dia akan turun ke kelurahan. Sehingga mana UMKM kita, mana IKM kita yang progresnya baik, Ia akan masuk ke kecamatan untuk mendapatkan pendampingan yang lebih. Mana yang lebih lagi, akan masuk di Inkubator Bisnis tingkat kota, yang berarti mereka sudah siap untuk ekspor,” jelas Hadianto Rasyid.

 

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Ini Pesan Khusus Wali Kota Palu kepada Jemaah Haji

26 Mei 2024 - 23:04 WITA

Jurnalis Palu Tolak Revisi UU Penyiaran

24 Mei 2024 - 21:58 WITA

KPU Palu Luncurkan Tahapan Pilkada 2024, Siapkan Biaya Rp 55,25 Miliar

23 Mei 2024 - 11:06 WITA

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu secara resmi meluncurkan tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu di Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu.

Kadis Kominfo Palu: ORARI, Garda Terdepan Komunikasi Darurat

19 Mei 2024 - 22:46 WITA

Musyawarah Lokal ke-XII Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Palu. Acara ini berlangsung di Gedung Pertemuan Taipa Beach, Kota Palu, Minggu 19 Mei 2024.

Telan Anggaran Rp 25 Miliar, Proyek Vatulemo di Palu Diperkirakan Rampung Juni 2024

18 Mei 2024 - 13:18 WITA

Lapangan Vatulemo

3 Korban Perahu Terbalik di Laut Morowali Ditemukan Meninggal Dunia

17 Mei 2024 - 13:56 WITA

3 Korban Perahu Terbalik di Laut Morowali Ditemukan Meninggal Dunia
Trending di News