Beredar materi publikasi di media sosial dan aplikasi percakapan yang mengatasnamakan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Novalina untuk menghimpun donasi Jambore Anak Yatim Al Hilal 2026.
Materi tersebut menampilkan foto anak-anak dengan tulisan “Open Donasi untuk 300 Adik Santri Yatim Dhuafa & Penghafal Al-Quran” serta keterangan “Jambore Anak Yatim Al Hilal 2026.”
Dalam materi yang beredar itu juga tercantum ajakan untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu terkait donasi. Nomor tersebut kemudian tersimpan dalam kontak dengan nama “Novalina Sekpr…”, sehingga memberikan kesan bahwa nomor tersebut merupakan kontak milik Sekda Provinsi Sulawesi Tengah.
Nomor yang tercantum dalam tangkapan layar tersebut adalah **+62 851-5105-****.
Lantas, bagaimana kebenarannya? Berikut Cek Fakta PaluPoso.id.
HASIL CEK FAKTA
Cek Fakta PaluPoso.id menelusuri klaim bahwa nomor WhatsApp yang beredar merupakan milik Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina dan digunakan untuk menghimpun donasi Jambore Anak Yatim Al Hilal 2026. Klaim tersebut tidak benar.
Sekda Provinsi Sulawesi Tengah Novalina memberikan klarifikasi bahwa nomor tersebut bukan miliknya. Ia juga memastikan tidak pernah menghubungi pihak mana pun untuk meminta atau menghimpun dana donasi untuk kegiatan Jambore Anak Yatim Al Hilal 2026.
“Nomor yang digunakan itu bukan nomor saya. Saya tidak pernah menghubungi siapa pun melalui nomor tersebut untuk meminta atau menghimpun dana donasi untuk kegiatan Jambore,” tegas Novalina, Senin (5/10/2026).
Dengan demikian, pencantuman nama “Novalina Sekpr…” pada kontak WhatsApp dalam tangkapan layar tidak dapat dijadikan bukti bahwa nomor tersebut benar-benar milik Sekda Provinsi Sulawesi Tengah.
Novalina mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap pesan WhatsApp atau permintaan transfer dana yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
“Saya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan melakukan konfirmasi terlebih dahulu apabila menerima pesan WhatsApp atau permintaan donasi yang mengatasnamakan saya. Jangan langsung melakukan transfer sebelum memastikan kebenaran informasi tersebut,” ujarnya.
Novalina juga menegaskan tidak pernah memberikan kewenangan kepada pihak mana pun untuk menggunakan nama dan identitasnya dalam kegiatan penghimpunan dana tersebut.
“Saya tidak pernah memberikan kewenangan kepada siapa pun untuk menggunakan nama dan identitas saya dalam kegiatan penghimpunan dana tersebut. Jika ada pihak yang menerima pesan seperti itu, mohon jangan dilayani dan segera lakukan verifikasi,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing dan cek sebelum transfer”, terutama terhadap informasi yang berkaitan dengan permintaan uang atau donasi.
Masyarakat yang menerima pesan serupa diimbau tidak memberikan data pribadi atau mengirimkan uang sebelum melakukan verifikasi melalui saluran resmi. Bukti percakapan juga sebaiknya disimpan apabila diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut.
KESIMPULAN
Klaim bahwa Sekda Provinsi Sulawesi Tengah Novalina menggunakan nomor WhatsApp yang beredar untuk menghimpun donasi Jambore Anak Yatim Al Hilal 2026 tidak benar. Nomor tersebut bukan milik Novalina. Pencantuman nama “Novalina Sekpr…” pada kontak WhatsApp tidak membuktikan kepemilikan nomor tersebut oleh Sekda Sulteng.
Rujukan
TIM CEK FAKTA PALUPOSO.ID








