Menu ✖

Mode Gelap

Bisnis · 13 Jan 2026 23:11 WITA ·

Anwar Hafid Sampaikan Ancaman Tambang Poboya–Donggala kepada Menteri KLH

badge-check

Redaksi


 Suasana audiensi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kementerian Lingkungan Hidup membahas penanganan tambang ilegal dan perlindungan lingkungan. Foto: Pemprov Sulteng Perbesar

Suasana audiensi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kementerian Lingkungan Hidup membahas penanganan tambang ilegal dan perlindungan lingkungan. Foto: Pemprov Sulteng

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan persoalan serius terkait aktivitas pertambangan bermasalah di wilayahnya saat melakukan audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Dalam pertemuan tersebut, Anwar menyoroti ancaman tambang ilegal yang masih marak beroperasi di kawasan Poboya, Kota Palu, hingga jalur Palu–Donggala.

Menurut Anwar, aktivitas pertambangan tanpa izin tersebut tidak hanya melanggar ketentuan perundang-undangan, tetapi juga berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Di kawasan Poboya, aktivitas tambang ilegal masih sangat banyak dan berbahaya karena dilakukan di luar prosedur. Bahkan sudah menimbulkan korban jiwa. Di jalur Palu hingga Donggala juga masih terdapat tambang galian C, sebagian izinnya telah kami cabut,” kata Anwar Hafid, Selasa (13/1/2026).

Anwar menjelaskan, praktik pertambangan yang tidak sesuai aturan telah menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan lingkungan, pencemaran, hingga meningkatnya risiko bencana di sekitar kawasan permukiman warga.

Karena itu, ia menilai perlu adanya penguatan pengawasan dan penegakan hukum melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Dalam hampir satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menghentikan sejumlah izin tambang yang dinilai merugikan masyarakat dan lingkungan. Salah satunya adalah tambang nikel di Morowali Utara yang izinnya dihentikan sementara setelah aktivitasnya diduga memicu banjir dan merusak kawasan permukiman warga.

Anwar menegaskan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menanggapi hal itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap persoalan pertambangan di Sulawesi Tengah.

Ia mengaku telah membentuk tim untuk melakukan evaluasi dan pemetaan terhadap seluruh area kerja pertambangan, khususnya di sektor nikel.

“Setelah kejadian banjir di Morowali Utara, kami melakukan pembenahan. Saat ini tim sedang melakukan evaluasi dan pemetaan terhadap seluruh wilayah kerja pertambangan,” ujar Hanif.

TIM

Artikel ini telah dibaca 65 kali

Baca Lainnya

Pemprov Sulteng Usulkan Perubahan Pembagian Biaya Haji 2027

21 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Jemaah haji Indonesia 2027.

DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi

21 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Parigi Moutong

6 Oktober 2026 - 22:15 WITA

Kawasan transmigrasi bahari Tomini raya

Wagub Reny: Setiap Rupiah APBD 2027 Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat

6 Oktober 2026 - 21:29 WITA

DJPb Sulteng Siapkan Dashboard Fiskal untuk Pantau Anggaran Pemkot Palu

5 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Audiensi Pemkot Palu dan Kanwil DJPb Sulawesi Tengah membahas percepatan program dan pengelolaan anggaran

Anwar Hafid: 9 BERANI Terus Diarahkan untuk Kurangi Beban Masyarakat

5 Oktober 2026 - 11:55 WITA

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid
Trending di Bisnis