Menu

Mode Gelap

Bisnis · 20 Feb 2026 02:14 WITA ·

100 Hari Kerja Gubernur Sulteng, OPD Wajib Gunakan Data BPS

badge-check

Redaksi


 Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menerima audiensi Kepala BPS Sulawesi Tengah di Kantor Gubernur dalam rangka penguatan kebijakan pembangunan berbasis data. Foto: Pemprov Sulteng Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menerima audiensi Kepala BPS Sulawesi Tengah di Kantor Gubernur dalam rangka penguatan kebijakan pembangunan berbasis data. Foto: Pemprov Sulteng

Dalam 100 hari kerja Gubernur Sulteng, Anwar Hafid mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar penyusunan program pembangunan.

Penegasan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat menerima audiensi Kepala BPS Sulawesi Tengah yang baru, Daryanto, di Kantor Gubernur, Kamis (19/02/2026).

Gubernur menegaskan sejak awal menjabat, ia menempatkan data sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

“Semenjak saya menjabat memang saya selalu mengedepankan soal data. Kita bekerja harus dengan data dan data kita adalah statistik dari BPS,” ujarnya.

Menurutnya, setiap OPD wajib memiliki data yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum menjalankan program.

Anwar Hafid menekankan bahwa dalam kontrak kerja kepala dinas, 100 hari pertama difokuskan pada pendataan yang komprehensif.

“Soal data ini saya wajibkan ke setiap Kepala Dinas. Dalam waktu 100 hari kerja, yang penting pendataan lengkap terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia menilai data yang valid sangat penting untuk memastikan program bantuan maupun pembangunan benar-benar tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

“Misalnya data orang miskin, sumbernya tidak usah jauh-jauh, tinggal ke BPS minta data masyarakat kita,” tuturnya.

Gubernur juga mencontohkan sektor ekonomi kerakyatan seperti UMKM yang harus memiliki basis data sebelum penyaluran bantuan dilakukan agar kebijakan efektif.

“Misalnya Dinas Koperasi, saya minta mana data UMKM kita. Kalau kita salurkan bantuan, berapa yang bisa kita jangkau di sebuah daerah itu,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan keberhasilan pembangunan daerah diukur melalui indikator resmi seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi.

“Ukuran kita itu IPM dan pertumbuhan ekonomi. Jadi kalau ada rapat dengan Bupati, bisa bersama BPS memaparkan data masyarakat kita,” imbuhnya.

ADV-PPID

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Hadianto Kumpulkan OPD, Minta Bergerak Cepat Perkuat Birokrasi

23 Februari 2026 - 11:57 WITA

Wali Kota Hadianto memimpin rapat bersama pimpinan OPD membahas penguatan reformasi birokrasi.

Setahun Anwar–Reny, IPM Sulteng Naik dan Ekonomi Tertinggi Kedua Nasional

22 Februari 2026 - 19:34 WITA

Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido dalam peringatan setahun kepemimpinan di Palu

Wali Kota Palu Buka Weekend Ramadhan Night, 400 UMKM Ramaikan Vatulemo

22 Februari 2026 - 18:57 WITA

Wali Kota Palu membuka Weekend Ramadhan Night di Lapangan Vatulemo

Pemda Parigi Moutong Siapkan Lahan untuk Denpom dan Korem, Pangdam Tinjau 3 Lokasi

19 Februari 2026 - 22:35 WITA

Pemda Parigi Moutong Siapkan Lahan untuk Denpom dan Korem, Pangdam Tinjau 3 Lokasi

Digelar di Kantor Wali Kota, Pasar Ramadan Palu Sajikan Ratusan Kuliner

19 Februari 2026 - 21:55 WITA

Pasar Kuliner Ramadan 2026 Resmi Dibuka di Palu, 192 UMKM Ambil Bagian

Telkom Witel Sulbagteng Latih UKM lewat B2C Playbook, Dorong Penjualan Lebih Cerdas

18 Februari 2026 - 17:33 WITA

Peserta pelatihan B2C Playbook UKM mengikuti kegiatan Join Insight yang diselenggarakan Telkom Witel Sulbagteng di Palu.
Trending di Bisnis