Menu ✖

Mode Gelap

Opini · 11 Des 2023 13:25 WITA ·

Media Diharapkan Lebih Aktif dalam Pemberitaan Energi Terbarukan

badge-check

Redaksi


 Festival Media ke-2 tahun 2023 di Taman Gor Palu menggelar dialog Pengembangan Energi Baru Terbarukan pada hari kedua, Senin 11 Desember 2023. Foto: Istimewa Perbesar

Festival Media ke-2 tahun 2023 di Taman Gor Palu menggelar dialog Pengembangan Energi Baru Terbarukan pada hari kedua, Senin 11 Desember 2023. Foto: Istimewa

Festival Media ke-2 tahun 2023 di Taman Gor Palu menggelar dialog Pengembangan Energi Baru Terbarukan pada hari kedua, Senin 11 Desember 2023. Salah satu fokus pembicaraan dalam dialog ini adalah peran media dalam mengangkat isu transisi energi di Indonesia.

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Mohammad Iqbal, menekankan bahwa meskipun media memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam memperkenalkan transisi energi kepada masyarakat, faktanya isu energi baru terbarukan belum menjadi fokus utama media dalam publikasinya.

“Sesuai dengan fungsinya untuk mengedukasi masyarakat, medianya juga memiliki tugas penting untuk memberi pemahaman yang luas dan benar tentang transisi energi ke tengah publik,” ujar Iqbal sebagai narasumber dialog.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan data yang dikumpulkan oleh AMSI, masih sedikit media di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah, yang secara khusus fokus pada isu transisi energi. Iqbal berpendapat bahwa isu ini perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki dampak penting terhadap upaya dekarbonisasi sistem energi di Indonesia.

Baca Juga: Festival Media 2: Fokus Lingkungan dan Energi Terbarukan

“Ke depan media perlu secara masif menyuarakan isu transisi energi. Transisi energi bukan hanya menjadi isu nasional, namun sudah dikampanyekan secara global,” tandasnya.

Dalam konteks kebutuhan listrik Indonesia, disebutkan bahwa pada 2021, konsumsi listrik mencapai 255,1 Terra Watt Hour (TWH). Namun, diperkirakan bahwa kebutuhan listrik pada 2060 dapat mencapai 1.885 TWH atau lebih dari 6 kali lipat dari kebutuhan saat ini.

Pemerintah merespon dengan mempercepat program penambahan pembangkit listrik baru, dengan target membangun pembangkit listrik hingga kapasitas 41 ribu Megawatt pada 2030. Upaya ini sejalan dengan penekanan pada potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk mengurangi emisi karbon.

Namun, dalam fokus pengembangan teknologi EBT, masih terdapat permasalahan terkait pendanaan dan harga jualnya. Salah satu contoh adalah mahalnya penerapan energi bersih, seperti teknologi panel surya, yang menurut analisa PLN mencapai US$4 sen/KWH. Begitu juga dengan harga baterai yang masih tinggi, mencapai US$13 sen/KWH.

“Kami berharap media dapat menjadi mitra dalam mengatasi permasalahan ini dengan menyuarakan isu transisi energi secara lebih mendalam,” tutup Iqbal. *(Tim)

Follow Berita PaluPoso di Google News

Artikel ini telah dibaca 62 kali

Baca Lainnya

Menteri Hukum Pimpin Upacara HUT ke-48 Kota Palu

27 September 2026 - 12:09 WITA

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas memberi hormat saat upacara HUT ke-48 Kota Palu

Jelang Upacara HUT ke-48, Pemkot Palu Gelar Doa Paipulu Salama

27 September 2026 - 11:24 WITA

Pembacaan Doa Paipulu Salama menjelang HUT ke-48 Kota Palu

Pemkot Palu Dorong ORARI Perkuat Komunikasi Kebencanaan

26 September 2026 - 17:30 WITA

Muhammad Akhir Armansyah membuka Palu Amateur Radio Festival 2026

Pemkot Palu Dorong Bahasa Isyarat untuk Perkuat Layanan Publik Inklusif

26 September 2026 - 15:45 WITA

Kampanye Bahasa Isyarat dan Budaya Tuli di Kota Palu

Pasar Tani HUT ke-48 Kota Palu Diserbu Warga, Cabai Rawit Habis dalam 2 Jam

26 September 2026 - 14:55 WITA

pasar-tani-palu-hut-ke-48

Kota Palu Raih 6 Penghargaan Pendidikan di Bago Nggabelo 2026

26 September 2026 - 10:17 WITA

Penyerahan penghargaan kepada perwakilan Pemerintah Kota Palu dalam Bago Nggabelo 2026
Trending di Pendidikan