Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memanfaatkan sektor peternakan untuk mendukung penanganan stunting sekaligus memperkuat ekonomi keluarga. Sebanyak 100 kepala keluarga berisiko stunting menerima bantuan bibit ternak pada 2025.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan menambah sumber pendapatan masyarakat.
“Pak Bupati Erwin Burase bersama Wakil Bupati Abdul Sahid ingin program penanganan stunting tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga penguatan ekonomi keluarga melalui sektor peternakan,” kata Irwan.
Selain menyasar 100 keluarga berisiko stunting, bantuan bibit ternak juga disalurkan kepada 20 kelompok ternak dengan total realisasi anggaran mencapai Rp990 juta.
Menurut Irwan, sektor peternakan memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Karena itu, penguatan populasi ternak terus menjadi perhatian pemerintah daerah melalui program Gerakan Membangun dari Desa (Gerbang Desa).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga penerima.
“Peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat harus berjalan seiring. Melalui bantuan bibit ternak ini, pemerintah ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap pengembangan sektor peternakan dapat menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Parigi Moutong.
ADV-PPID








