Menu

Mode Gelap

News · 25 Apr 2024 23:13 WITA ·

Wakili Wali Kota Palu, Imran Resmi Buka Seminar Pendidikan Hardiknas 2024

badge-check

Redaksi


 Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kota Palu Imran Lataha secara resmi membuka Seminar Pendidikan, Kamis 25 April 2024. Foto: Pemkot Palu Perbesar

Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kota Palu Imran Lataha secara resmi membuka Seminar Pendidikan, Kamis 25 April 2024. Foto: Pemkot Palu

Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kota Palu Imran Lataha secara resmi membuka Seminar Pendidikan, Kamis 25 April 2024. Acara yang digelar di salah satu hotel di Kota Palu ini dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024.

Seminar yang menghadirkan sejumlah narasumber ini mengangkat tema Semarakkan Hardiknas 2024 Menuju Transformasi Pendidikan Kota Palu yang Berbudaya, melalui Peluncuran Perwali Nomor 48 Tahun 2023.

Dalam sambutan yang dibacakan atas nama Wali Kota Palu, Asisten Imran mengatakan bahwa pembangunan pendidikan adalah prioritas utama pemerintah setempat. Hal ini dikarenakan, pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang sangat kompleks dan membutuhkan pendekatan lintas sektor.

Menurut asisten, penyelenggaraan pendidikan harus mampu mencerdaskan dan meningkatkan kualitas manusia, yang berlandaskan iman, takwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab.

“Untuk mewujudkan kondisi itu, harus dibangun pola pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Penyesuaian pola didik dan pola asuh bagi anak didik, juga tidak boleh meninggalkan kearifan lokal di Lembah Kaili,” katanya.

Olehnya, wali kota melalui asisten menekankan Merdeka Belajar harus terlaksana dengan tidak mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal di Kota Palu.

Untuk mewujudkan kebijakan Merdeka Belajar melalui program Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, dan Implementasi Kurikulum membutuhkan kebijakan spesifik di Kota Palu.

Penyelenggaraan sekolah penggerak dan implementasi kurikulum merdeka, harus mampu meningkatkan prestasi siswa dari tahun ke tahun, terutama pada literasi dan numerasi.

Selanjutnya, harus tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Begitupun dengan karakter siswa harus mengarah ke karakter positif.

“Pembelajaran harus dilakukan sesuai kebutuhan siswa. Berikan pendidikan sesuai dengan potensi yang dimiliki, sehingga harus terbangun kedekatan oleh pendidik dengan anak didik,” jelas Imran.

Asisten juga menjelaskan bahwa, agama mengajarkan kepada semua untuk terus mengembangkan diri dan mencari ilmu. Jika dikomparasikan antara ilmu dan harta, maka ilmu lebih baik dari pada harta.

“Harta makin lama didiamkan, makin bertambah usang, sedangkan ilmu tidak bisa lapuk dan usang. Selain itu, harta bisa membuat hati menjadi keras, sedang ilmu itu menerangi hati,” jelasnya.

Asisten Imran mengutip ungkapan Sayyidina Ali yang menyatakan, ilmu pengetahuan akan menjagamu, sementara harta harus engkau jaga. Demikian juga harta akan berkurang, jika diberikan ke orang lain. Sementara ilmu pengetahuan, makin kuat jika diberikan kepada orang lain.

“Ilmu pengetahuan adalah yang berkuasa, sementara harta adalah yang dikuasai,” kata Imran.

Selain itu, Asisten Imran juga mengutip pendapat Imam Al-Ghazali yang membagi manusia menjadi empat golongan.

Golongan pertama, seseorang yang berilmu dan tahu kalau dia berilmu. Orang seperti ini merupakan golongan manusia yang paling baik. Sebab, orang yang tahu bahwa dirinya mengetahui, merupakan perilaku orang pintar, memiliki kemapanan ilmu, serta mengetahui bahwa ilmu yang didapat harus benar-benar dimanfaatkan untuk orang lain.

Golongan kedua, seseorang yang berilmu dan tidak tahu kalau dia berilmu. Golongan ini sering dijumpai dalam kehidupan bermasyarakat. Bahwa orang ini sebenarnya memiliki potensi atau kemapanan ilmu, akan tetapi tidak menyadari atau tidak mengoptimalkannya untuk keperluan umat.

“Kalau dianalogikan seperti Macan Tidur. Orang seperti ini, harus disadarkan bahwa begitu banyak potensinya yang tidak termanfaatkan,” ujar Imran.

Golongan ketiga, seseorang yang tidak berilmu dan tahu kalau dia tidak berilmu. Golongan ini adalah mereka yang sedang dalam proses mencari ilmu. Berangkat dari sesuatu yang tidak diketahui sehingga berusaha keras untuk mengetahuinya.

“Orang-orang seperti ini, masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannya. Jadi golongan ini bisa dikatakan belum memiliki kapasitas ilmu yang memadai, akan tetapi dia tahu dan menyadari fakta tersebut, sehingga berusaha keras untuk belajar dan mengejar ketertinggalan,” jelas asisten.

Sementara golongan keempat, lanjutnya, seseorang yang tidak berilmu dan tidak tahu kalau dia tidak berilmu. Golongan ini, masuk dalam kategori paling buruk.

Orang seperti ini susah diingatkan, selalu merasa tahu, memiliki ilmu, berhak menjawab semua persoalan, padahal tidak mengetahui apa-apa. Sehingga, dapat dikatakan kepada orang seperti ini, bahwa apa yang diucapkan lebih banyak menyesatkan, karena tidak memiliki landasan keilmuan yang jelas dan mapan.

Oleh karena itu, asisten berpesan kepada pendidik, jangan sampai masuk ke dalam golongan keempat ini, karena akan menjerumuskan anak didik ke depannya.

Para pendidik sebagai garda terdepan dalam pendidikan di Kota Palu, dituntut untuk mampu menjadi agen perubahan bagi ekosistem pendidikan di lingkungan masing-masing.

“Kita harus menjadi kelompok yang berilmu dan tahu kalau berilmu, atau menjadi kelompok yang tidak berilmu tapi tahu kalau tidak berilmu. Jangan menjadi kelompok yang tidak berilmu dan tidak tahu kalau tidak berilmu,” tutup asisten.

Pembukaan seminar dalam rangka Hardiknas 2024 ini diikuti sejumlah pendidik di tingkat PAUD, SD, maupun SMP di lingkup Pemerintah Kota Palu, ditandai dengan pemukulan gong secara resmi oleh Asisten Imran didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Hardi dan lainnya. *(Adv)

Ikuti Berita PaluPoso di Google News

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Ini Pesan Khusus Wali Kota Palu kepada Jemaah Haji

26 Mei 2024 - 23:04 WITA

Jurnalis Palu Tolak Revisi UU Penyiaran

24 Mei 2024 - 21:58 WITA

KPU Palu Luncurkan Tahapan Pilkada 2024, Siapkan Biaya Rp 55,25 Miliar

23 Mei 2024 - 11:06 WITA

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu secara resmi meluncurkan tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu di Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu.

Kadis Kominfo Palu: ORARI, Garda Terdepan Komunikasi Darurat

19 Mei 2024 - 22:46 WITA

Musyawarah Lokal ke-XII Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Palu. Acara ini berlangsung di Gedung Pertemuan Taipa Beach, Kota Palu, Minggu 19 Mei 2024.

Telan Anggaran Rp 25 Miliar, Proyek Vatulemo di Palu Diperkirakan Rampung Juni 2024

18 Mei 2024 - 13:18 WITA

Lapangan Vatulemo

3 Korban Perahu Terbalik di Laut Morowali Ditemukan Meninggal Dunia

17 Mei 2024 - 13:56 WITA

3 Korban Perahu Terbalik di Laut Morowali Ditemukan Meninggal Dunia
Trending di News