Menu

Mode Gelap

News · 20 Jun 2025 12:56 WITA ·

Tinggal Tulang Belulang, Mayat Pekebun Ditemukan di Pegunungan Poso

badge-check

Redaksi


 Tinggal Tulang Belulang, Mayat Pekebun Ditemukan di Pegunungan Poso. Foto: Istimewa Perbesar

Tinggal Tulang Belulang, Mayat Pekebun Ditemukan di Pegunungan Poso. Foto: Istimewa

Warga Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat yang telah tinggal tulang belulang di kawasan perkebunan Pegunungan Karaupa, Selasa, 17 Juni 2025.

Korban diketahui bernama ER, 54 tahun, warga Desa Kalora, yang selama ini dikenal sebagai pekebun. Ia dilaporkan hilang sejak 25 Mei 2025, saat berpamitan kepada rekannya untuk pergi ke kebun. Setelah hampir tiga pekan tak kembali, keluarga bersama warga mulai melakukan pencarian.

“Jasad ditemukan di samping pondoknya, dalam kondisi tinggal tulang belulang,” kata Kasubsatgas Humas Satgas IV Banops Madago Raya, AKP Basirun Laele, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Jumat 20 Juni 2025.

Penemuan terjadi sekitar pukul 18.00 WITA oleh saksi RP bersama sejumlah warga Kalora dan Kawende. Mereka menyisir area kebun dan menemukan jasad korban dalam kondisi mengenaskan. Lokasi kebun yang terpencil di perbukitan Karaupa diduga menyulitkan korban untuk mencari bantuan, sekaligus mempersulit proses pencarian.

Salah satu saksi, M (52 tahun), yang telah tinggal bersama ER selama 10 tahun, mengatakan korban memiliki riwayat asma dan gejala malaria. Hal itu diperkuat keterangan saksi lainnya, SP (50), yang terakhir melihat ER di pondok kebunnya pada hari yang sama saat korban berpamitan. ER disebut mengeluhkan sesak napas dan kelelahan.

Pagi harinya, Rabu, 18 Juni, tim gabungan dari Polsek Poso Pesisir Utara, INAFIS Polres Poso, Satgas III Preventif Madago Raya, Babinsa Kawende, dan Satpol PP Kecamatan mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jasad ER kemudian dievakuasi ke rumah duka di Desa Kalora sekitar pukul 12.00 WITA.

“Korban diduga meninggal karena penyakitnya. Namun, kami masih mendalami kemungkinan lain, termasuk serangan hewan liar atau dugaan unsur pidana, mengingat lokasi yang terpencil,” ujar Basirun.

Ia mengimbau warga agar segera melapor ke aparat jika ada anggota keluarga yang menghilang atau tidak kembali dalam waktu lama. Pihak keluarga korban disebut menerima peristiwa ini sebagai musibah, meski kepolisian masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan tidak adanya unsur kekerasan dalam kematian ER. **(TIM)

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

Jurnalis Sulteng Gelar Aksi Bela Tempo di Palu

16 November 2025 - 17:49 WITA

Para jurnalis Sulteng memegang poster bertuliskan kritik terhadap ancaman kebebasan pers saat mengikuti aksi mimbar bebas di Kota Palu.

Bupati Erwin Burase Tegaskan Sikap Tolak Tambang Ilegal di Parigi Moutong

13 November 2025 - 10:27 WITA

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase memegang padi di persawahan sebagai ajakan menjaga ketahanan pangan dan menolak tambang ilegal Parigi Moutong

Hadianto Rasyid Pastikan Veteran Palu Tak Dilupakan Pemerintah

10 November 2025 - 13:34 WITA

Hadianto Rasyid Pastikan Veteran Palu Tak Dilupakan Pemerintah

Hadianto Rasyid Ajak Warga Teladani Semangat Pahlawan

10 November 2025 - 13:11 WITA

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 di Taman Makam Pahlawan Jalan Basuki Rahmat, Senin (10/11/2025).

Kota Palu Raih Penghargaan Nasional ISNA 2025

9 November 2025 - 20:51 WITA

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menerima penghargaan Best Sustainable Ecology Innovation di ISNA 2025.

Dialog Pemerintah Palu Serap Aspirasi Masyarakat Langsung

23 Oktober 2025 - 09:15 WITA

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid memimpin dialog pemerintah Palu untuk menampung aspirasi masyarakat.
Trending di News