Menu

Mode Gelap

News · 24 Agu 2024 11:24 WITA ·

Tindakan Represif, Mahasiswa Desak Copot Kapolres Palu

badge-check

Redaksi


 Kapolres Palu Kombes Pol. Barliansyah, saat perintahkan menembak ke massa pengunjuk rasa. Foto; Istimewa Perbesar

Kapolres Palu Kombes Pol. Barliansyah, saat perintahkan menembak ke massa pengunjuk rasa. Foto; Istimewa

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Palu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat, 23 Agustus 2024.

Aksi yang awalnya berjalan damai ini berubah menjadi ricuh setelah terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan.

Insiden tersebut bermula saat para mahasiswa mencoba memasuki gedung DPRD, yang kemudian direspons dengan tindakan tegas oleh pihak kepolisian.

Ketika massa mahasiswa berusaha mendekati pintu masuk gedung DPRD, aparat keamanan melakukan upaya penghalauan dengan menembakkan gas air mata.

Upaya ini dilakukan untuk memukul mundur para demonstran yang mulai berdesakan dan berusaha masuk ke dalam gedung.

Situasi yang semakin panas akhirnya berujung pada bentrokan antara kedua pihak. Dalam kejadian ini, beberapa mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Tadulako (Untad), Irvan, yang mengalami lebam di bagian kepala akibat diduga terkena pukulan aparat.

Menurut informasi yang diterima, selain Irvan, terdapat lima mahasiswa lainnya yang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kejadian ini semakin memicu kemarahan para demonstran, yang menganggap tindakan aparat keamanan berlebihan dan tidak sesuai dengan prosedur penanganan massa.

Dalam pernyataannya kepada media, Irvan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas tindakan kekerasan yang mereka alami.

Ia menuntut pertanggungjawaban dari pihak kepolisian, terutama kepada anggota yang diduga melakukan tindakan represif tersebut.

“Kami memiliki bukti berupa video dan foto yang memperlihatkan tindakan represif aparat terhadap saya dan teman-teman yang terluka. Kami mendesak Kapolres Palu untuk segera mencopot anggotanya yang bertindak kasar. Jika tidak ada tindakan tegas, maka kami menuntut agar Kapolres Palu juga dicopot dari jabatannya,” ujar Irvan dengan tegas.

Ia juga menambahkan bahwa aksi turun ke jalan akan kembali digelar jika tidak ada kejelasan terkait penyelesaian kasus ini.

“Kami tidak akan berhenti sampai ada keadilan bagi kami yang menjadi korban kekerasan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait tuntutan mahasiswa tersebut.

Ikuti Berita PaluPoso di Google News

 

Artikel ini telah dibaca 240 kali

Baca Lainnya

Hadianto Rasyid Terima Dividen dan CSR dari Bank Sulteng

5 Mei 2026 - 16:00 WITA

Hadianto Rasyid Pimpin Pelepasan 536 Jemaah Haji Palu

5 Mei 2026 - 15:00 WITA

Erwin Burase Dorong Sinergi Gereja dan Pemerintah

22 April 2026 - 19:50 WITA

Erwin Burase Pimpin Pembukaan TMMD, Fokus Percepat Pembangunan Desa

22 April 2026 - 18:40 WITA

Erwin Burase Pimpin Pembukaan TMMD, Fokus Percepat Pembangunan Desa

Erwin Burase Minta Pengawasan Illegal Fishing Diperkuat

16 April 2026 - 09:29 WITA

Erwin Burase meminta pengawasan aktivitas penangkapan ikan di Parigi Moutong diperkuat.

Pemkab Parigi Moutong Siapkan Penebangan Pohon Tua Bertahap

16 April 2026 - 09:05 WITA

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase lihat langsung penebangan pohon Berisiko di Parigi Moutong
Trending di News