Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 21 Sep 2026 18:35 WITA ·

Pemprov Sulteng Siapkan Rp 121 Miliar untuk Kepesertaan BPJS Kesehatan

badge-check

Redaksi


 Pemprov Sulteng Siapkan Rp 121 Miliar untuk Kepesertaan BPJS Kesehatan Perbesar

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan sekitar Rp 121 miliar pada 2026 untuk pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan. Anggaran ini lebih besar dibanding dukungan pembiayaan pemerintah provinsi pada 2025 yang mencapai sekitar Rp 68 miliar.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido dalam Forum Komunikasi dan Kemitraan Pemangku Kepentingan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Provinsi Sulawesi Tengah di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin, 21 September 2026.

Forum tersebut diikuti BPJS Kesehatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta sejumlah instansi terkait. Pertemuan membahas pelaksanaan jaminan kesehatan, termasuk evaluasi Program Berani Sehat dan koordinasi pelayanan bagi masyarakat.

Reny mengatakan dukungan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan.

“Pemerintah provinsi hadir untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan. Kita bekerja untuk rakyat Sulawesi Tengah,” ujar Reny.

Selain pembiayaan, pemerintah provinsi juga mendorong pembaruan data kepesertaan secara berkala. Menurut Reny, sinkronisasi data antara pemerintah daerah dan lembaga terkait diperlukan agar masyarakat yang membutuhkan dapat teridentifikasi secara tepat.

Hingga 2026, sekitar 217 ribu warga Sulawesi Tengah disebut telah menikmati manfaat Program Berani Sehat.

Reny mengatakan salah satu instrumen yang digunakan dalam pelaksanaan program tersebut adalah aplikasi SeHati. Aplikasi ini terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dukcapil, dan Dinas Sosial untuk membantu proses verifikasi status kepesertaan.

“Aplikasi SeHati ini terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dukcapil dan Dinas Sosial. Ini yang harus kita terus perkuat supaya masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak terhambat karena persoalan administrasi,” katanya.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota memperbarui data secara berkala untuk mengurangi kemungkinan adanya data ganda atau data yang sudah tidak sesuai.

“Data ini harus terus kita update. Kalau datanya akurat, kita bisa mengetahui siapa yang harus kita bantu dan pelayanan bisa diberikan dengan lebih tepat,” ujar Reny.

Reny menekankan kerja sama dengan BPJS Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan jumlah kepesertaan, tetapi juga kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan.

“Apapun masalah dan tantangannya, mari kita hadapi bersama. Yang paling penting adalah masyarakat Sulawesi Tengah mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” katanya.

ADV-PPID

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Dosen Untad Melatih Warga Petobo Mengolah Sekam Menjadi Briket

14 September 2026 - 22:07 WITA

Menanam Pohon di Pesisir Palu, Imelda Mengajak Berbagai Pihak Berkolaborasi

8 September 2026 - 22:00 WITA

Menanam Pohon di Pesisir Palu, Wakil Wali Kota Palu Imelda Mengajak Berbagai Pihak Berkolaborasi

Program Berani Cerdas Sulteng Telah Menjangkau 23.569 Mahasiswa

8 September 2026 - 09:13 WITA

Baliho program Berani Cerdas Sulteng dengan foto Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido

Wawali Palu Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Pemkot Perkuat Pemantauan Harga

7 September 2026 - 18:37 WITA

Wawali Palu Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Pemkot Perkuat Pemantauan Harga

Dubes Jerman Ralf Beste Tiba di Palu, Disambut Gubernur Anwar Hafid

26 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Gubernur Anwar Hafid berdialog dengan Duta Besar Jerman Ralf Beste di Palu

Palu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Penyakit Infeksi Emerging

26 Agustus 2026 - 12:02 WITA

Suasana perawatan pasien di rumah sakit dengan tenaga kesehatan dan perangkat infus
Trending di Kesehatan