Pemerintah Kota Palu memastikan distribusi BBM subsidi Palu tetap aman menjelang hingga pasca Idulfitri 1447 Hijriah melalui rapat koordinasi bersama instansi terkait, Kamis (19/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung di auditorium Kantor Wali Kota Palu itu dihadiri perwakilan Polresta Palu, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pertamina Patra Niaga, perwakilan SPBU, serta Hiswana Migas.
Dalam rapat tersebut, perwakilan Pertamina Patra Niaga, Gidan R, menjelaskan bahwa konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax mengalami kenaikan seiring meningkatnya arus mudik.
Menurutnya, selama masa satuan tugas Lebaran, konsumsi BBM naik sekitar lima persen.
Meski demikian, tambahan stok hingga 10 persen telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Penggunaan Pertalite dan Pertamax memang meningkat, terutama saat puncak arus mudik yang mulai terlihat di Kota Palu,” ujarnya.
Sementara itu, Hiswana Migas menyebut penyaluran BBM selama Ramadan hingga Idulfitri masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Di sisi lain, konsumsi solar justru menurun karena aktivitas angkutan logistik berkurang selama libur Lebaran.
Pelaksana Tugas Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, menegaskan stok BBM subsidi Palu dan LPG di Kota Palu aman hingga akhir Maret.
“BBM dan LPG kita aman, bahkan tersedia hingga setelah Lebaran. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan.
Menurut Rahmad, pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus diperketat agar penyalurannya tepat sasaran, terutama bagi kendaraan pengangkut bahan pangan dan kebutuhan penting lainnya.
Pemerintah Kota Palu juga berencana melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU setelah Lebaran untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan.
Masyarakat diminta melapor melalui layanan Pertamina Patra Niaga jika menemukan indikasi penyaluran yang tidak tepat sasaran.
ADV-PPID








