Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperluas program ketahanan pangan melalui berbagai bantuan sarana pertanian yang menyasar masyarakat, sekolah, hingga lembaga pemasyarakatan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, mengatakan program ketahanan pangan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan berbasis keluarga dan kelembagaan.
“Program ketahanan pangan tidak hanya menyasar kelompok tani, tetapi juga sekolah dan lembaga pemasyarakatan agar pemanfaatan lahan produktif semakin berkembang,” kata Irwan.
Menurut dia, ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas dalam Gerakan Membangun dari Desa (Gerbang Desa) yang bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Sepanjang 2025 hingga triwulan pertama 2026, berbagai program ketahanan pangan dijalankan dengan pagu anggaran lebih dari Rp4,39 miliar. Hingga triwulan I 2026, realisasi program tersebut mencapai Rp3,69 miliar.
Berbagai bantuan yang disalurkan meliputi mesin paras, hand tractor, cultivator, mesin penggiling padi, tangki semprot hingga pembangunan lantai jemur untuk mendukung aktivitas produksi masyarakat.
Irwan menuturkan, dukungan sarana dan prasarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Pemanfaatan lahan produktif harus terus ditingkatkan agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Ketahanan pangan menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
ADV-PPID








