Fenomena doomscrolling atau kebiasaan terus-menerus menggulir konten negatif di media sosial kini menjadi perhatian dalam diskusi literasi digital di Palu, Sulawesi Tengah. Menjawab kondisi tersebut, Indibiz KTI berkolaborasi dengan Banua Literasi menggelar webinar literasi digital, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang diikuti 25 peserta itu membahas pentingnya mengelola konsumsi informasi digital agar tidak berdampak pada kesehatan mental.
Manager Witel Business Service, Andi Abdul Waris, saat membuka kegiatan menekankan bahwa penggunaan media sosial tanpa kontrol waktu sering membuat seseorang larut dalam konten yang justru memicu stres.
“Sering kali niatnya hanya sebentar melihat informasi, tetapi tanpa sadar waktu habis hanya untuk melihat konten yang membuat cemas,” ujarnya.
Dalam webinar tersebut, narasumber Sri Ajrania menjelaskan bahwa generasi muda saat ini mendominasi penggunaan media sosial, sehingga literasi digital menjadi keterampilan penting agar tidak terjebak dalam pola konsumsi informasi yang berlebihan.
Menurutnya, salah satu tanda seseorang mulai terdampak doomscrolling adalah ketika media sosial memicu rasa tidak aman, kecenderungan membandingkan diri, hingga kelelahan mental.
“Kalau sudah merasa mulai membandingkan hidup dengan orang lain secara berlebihan, itu sinyal untuk berhenti sejenak dari layar,” katanya.
Sri juga mengingatkan bahwa perangkat digital seharusnya menjadi sarana belajar dan berkembang, bukan sumber tekanan psikologis.
Webinar ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang diikuti antusias peserta, terutama terkait cara membangun kebiasaan digital yang sehat di tengah derasnya arus informasi.
Melalui kegiatan ini, Indibiz KTI berharap generasi muda semakin sadar bahwa kecerdasan digital tidak hanya soal kemampuan teknologi, tetapi juga kemampuan memilih informasi yang sehat.
ADV-PPID








