Suasana duka menyelimuti RSUD Undata, Senin sore (13/4/2026), saat salah satu korban pohon tumbang di Parigi, Juita, dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase yang saat itu berada di Palu langsung menuju rumah sakit setelah menerima kabar duka tersebut.
Didampingi istrinya, Hestiwati Nanga, bupati hadir untuk memastikan proses pemulangan jenazah berjalan lancar sesuai permintaan keluarga.
Sehari sebelumnya, Erwin Burase sempat menjenguk korban saat masih dirawat di RSUD Anutaloko Parigi sebelum dirujuk ke Palu.
“Kemarin waktu kami jenguk di rumah sakit, almarhumah sempat mengobrol dengan saya,” ujar Erwin.
Menurut tim medis, korban mengalami luka serius akibat benturan keras yang menyebabkan gangguan pada organ dalam sehingga harus menjalani operasi.
Setelah kondisi menurun pascaoperasi, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Atas permintaan keluarga, jenazah tidak disemayamkan di rumah sakit dan langsung dipulangkan ke rumah duka di Desa Boyantongo, Parigi Selatan.
Pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk menyiapkan ambulans, dan jenazah diberangkatkan pada pukul 18.25 WITA.
Erwin Burase juga menyampaikan apresiasi kepada tim medis yang dinilai bergerak cepat dalam menangani korban.
“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” katanya.
Peristiwa ini menambah jumlah korban meninggal dalam musibah pohon tumbang di Parigi menjadi dua orang, setelah sebelumnya seorang balita berusia empat tahun juga meninggal dunia.
TIM








