RSUD Buluye Napoa’e Moutong, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, akan memperkuat layanan spesialis dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas). Dokter Spesialis Anak dijadwalkan mulai memberikan pelayanan di rumah sakit tersebut pada 3 Oktober 2026.
Direktur RSUD Buluye Napoa’e Moutong, Kurniati Masulili, mengatakan penguatan layanan spesialis dilakukan melalui dua langkah. Pemerintah daerah memberikan beasiswa kepada dokter umum untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis, sementara rumah sakit bekerja sama dengan Unhas untuk menghadirkan dokter residen selama proses pendidikan tersebut berlangsung.
Saat ini, terdapat dokter yang sedang mengikuti pendidikan Spesialis Patologi Klinik dan Spesialis Anestesi. Pada Oktober 2026, seorang dokter lainnya juga dijadwalkan mengikuti pendidikan Spesialis Anak. Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter tersebut diharapkan kembali mengabdi di RSUD Buluye Napoa’e Moutong.
“Sambil menunggu proses pendidikan tersebut selesai, Pemerintah Daerah Parigi Moutong mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin melalui dukungan dokter residen untuk memperkuat pelayanan spesialis di RSUD Buluye Napoa’e Moutong,” kata Kurniati dalam keterangan tertulis yang diterima PaluPoso.id, Rabu, 30 September 2026.
Kerja sama tersebut sebelumnya ditindaklanjuti melalui visitasi Layanan Anak dan Layanan Radiologi pada 4 September 2026. Visitasi itu melibatkan tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, unsur Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, serta Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong.
Hasil visitasi tersebut kemudian membuka jalan bagi kehadiran dokter Spesialis Anak di RSUD Buluye Napoa’e Moutong. Dokter tersebut dijadwalkan mulai bertugas pada 3 Oktober 2026.
Kehadiran dokter spesialis itu memungkinkan Poliklinik Anak di RSUD Buluye Napoa’e Moutong dibuka dan memberikan pelayanan setiap hari.
Dengan demikian, masyarakat Moutong dan wilayah sekitarnya dapat memperoleh layanan kesehatan anak tanpa harus menunggu jadwal tertentu.
Kurniati mengatakan pemenuhan dokter spesialis secara penuh waktu membutuhkan proses yang tidak singkat.
Karena itu, kerja sama dengan Unhas menjadi solusi sementara sekaligus bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk membangun kemandirian tenaga kesehatan spesialis di rumah sakit tersebut.
“Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kita melihat perubahan. Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk kebutuhan pelayanan saat ini, tetapi juga untuk mempersiapkan RSUD Buluye Napoa’e Moutong agar ke depan memiliki SDM spesialis yang penuh waktu dan mampu memberikan pelayanan yang semakin lengkap kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kurniati, pengembangan layanan tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRD, Unhas, dan tenaga kesehatan di RSUD Buluye Napoa’e Moutong.
“Kami berharap kehadiran dokter spesialis dan penguatan SDM kesehatan ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, berkualitas, dan maksimal bagi masyarakat Moutong dan sekitarnya,” katanya.
ADV-PPID








