Menu ✖

Mode Gelap

Bisnis · 29 Sep 2026 10:24 WITA ·

Anwar Hafid Dorong 1.000 Pelaku Usaha Sulteng Tembus Pasar Global

badge-check

Redaksi


 Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan sambutan pada Deklarasi Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Menuju Pasar Global di Palu, Senin (28/9/2026). Foto: Pemprov Sulteng Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan sambutan pada Deklarasi Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Menuju Pasar Global di Palu, Senin (28/9/2026). Foto: Pemprov Sulteng

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong pelaku usaha dan UMKM di daerah itu memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Dorongan tersebut disampaikan dalam Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM Menuju Pasar Global di Palu, Senin, 28 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman serta Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding. Para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah juga hadir dalam deklarasi tersebut.

Anwar mengatakan Sulawesi Tengah memiliki berbagai komoditas dan produk yang dapat dikembangkan untuk pasar yang lebih luas. Namun, menurut dia, potensi tersebut perlu diikuti peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu memenuhi persyaratan pasar internasional.

“Kita ingin pelaku usaha dari Sulawesi Tengah tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menembus pasar global.”

Menurut Anwar, perluasan pasar harus diikuti peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar, legalitas, serta kemampuan memenuhi persyaratan perdagangan internasional.

Karena itu, ia menilai pendampingan dari pemerintah daerah bersama Badan Karantina Indonesia dan Kementerian UMKM diperlukan untuk membantu pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan tersebut.

“Produk yang baik harus dibarengi dengan standar yang baik. Karena itu, pendampingan dan penguatan sistem perkarantinaan menjadi bagian penting dalam membuka akses pasar bagi produk-produk unggulan Sulawesi Tengah.”

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan gerakan 1.000 pelaku usaha tersebut diarahkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah pusat dan daerah dalam upaya menjembatani produk unggulan daerah menuju pasar global.

Menurut Karding, potensi komoditas saja tidak cukup untuk membawa produk daerah ke pasar internasional. Pelaku usaha juga perlu memenuhi standar produk, ketertelusuran, serta persyaratan yang ditetapkan negara tujuan.

Kementerian UMKM dan Badan Karantina Indonesia kemudian memperkuat kerja sama untuk mendukung peningkatan kapasitas serta kesiapan produk UMKM Sulawesi Tengah memasuki pasar ekspor.

Anwar berharap gerakan tersebut berlanjut melalui pendampingan, penguatan kapasitas, fasilitasi ekspor, dan pembukaan akses pasar bagi pelaku usaha di Sulawesi Tengah.

“Kita ingin UMKM Sulawesi Tengah naik kelas. Dari usaha lokal menjadi usaha yang mampu bersaing dan diterima di pasar global.” kata Anwar.

ADV-PPID

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Gubernur Anwar Hafid Bidik 20.000 Rumah di Sulteng pada 2027

29 September 2026 - 09:40 WITA

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan arahan tentang Program Tiga Juta Rumah

8 Tahun Bencana Palu, Hadianto Rasyid: Doakan Korban, Jadikan Bencana sebagai Refleksi

29 September 2026 - 08:39 WITA

Wali Kota Palu bersama jajaran berziarah di lokasi makam korban bencana Palu

Menteri Hukum Pimpin Upacara HUT ke-48 Kota Palu

27 September 2026 - 12:09 WITA

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas memberi hormat saat upacara HUT ke-48 Kota Palu

Jelang Upacara HUT ke-48, Pemkot Palu Gelar Doa Paipulu Salama

27 September 2026 - 11:24 WITA

Pembacaan Doa Paipulu Salama menjelang HUT ke-48 Kota Palu

Pemkot Palu Dorong ORARI Perkuat Komunikasi Kebencanaan

26 September 2026 - 17:30 WITA

Muhammad Akhir Armansyah membuka Palu Amateur Radio Festival 2026

Pemkot Palu Dorong Bahasa Isyarat untuk Perkuat Layanan Publik Inklusif

26 September 2026 - 15:45 WITA

Kampanye Bahasa Isyarat dan Budaya Tuli di Kota Palu
Trending di Sulawesi Tengah