Menu ✖

Mode Gelap

Bisnis · 24 Sep 2026 15:54 WITA ·

48 Tahun Kota Palu, Hadianto Rasyid: 88 Program Prioritas Terus Disempurnakan

badge-check

Redaksi


 Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. Foto: Pemkot Palu Perbesar

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. Foto: Pemkot Palu

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan Pemerintah Kota Palu perlu meningkatkan kualitas kerja pada periode kedua kepemimpinannya agar program pembangunan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Hadianto dalam dialog interaktif RRI Palu “Palu Menyapa” bertema “Moving in Action: Capaian dan Keberlanjutan Program Kota Palu”, Kamis, 24 September 2026.

Hadianto mengikuti dialog secara virtual melalui Zoom dari Palu. Dialog tersebut juga menghadirkan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmat Mustafa serta akademisi dan pengamat Prof Irwan Waris.

Menurut Hadianto, periode pertama kepemimpinannya digunakan untuk merumuskan gagasan perubahan dan meletakkan dasar perbaikan tata kelola pembangunan. Pada periode kedua, pemerintah harus menunjukkan hasil kerja yang lebih konkret.

“Periode pertama kita masih dalam taraf membangun wacana terhadap berbagai upaya perubahan dan perbaikan di Kota Palu. Tapi periode kedua ini adalah periode di mana kita berharap lebih dari itu, bahwa semua pihak benar-benar menunjukkan kerja yang lebih nyata,” ujar Hadianto Rasyid.

Ia mengatakan keberlanjutan pembangunan bukan berarti sekadar mempertahankan program yang sudah berjalan. Pemerintah juga perlu mengevaluasi cara kerja dalam menjalankan setiap program.

“Yang harus kita evaluasi sebenarnya bukan programnya, tetapi cara kerja kita dalam menjalankan program tersebut,” katanya.

Hadianto menyebut 88 program prioritas Pemkot Palu saat ini berjalan. Pemerintah, kata dia, tetap melakukan penyempurnaan agar pelaksanaannya lebih efektif.

Salah satu yang dievaluasi adalah program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha. Menurut Hadianto, penerima bantuan kini tidak langsung memperoleh modal, tetapi terlebih dahulu mendapat penguatan literasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola usaha.

“Mulai tahun 2025 hingga 2026, masyarakat yang menerima bantuan modal usaha tidak lagi langsung memperoleh bantuan begitu saja. Sebelum menerima bantuan, mereka akan terlebih dahulu mendapatkan penguatan literasi agar mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmat Mustafa mengatakan tema Moving in Action menggambarkan upaya menerjemahkan perencanaan pembangunan menjadi tindakan.

Momentum HUT ke-48 Kota Palu, menurut dia, juga diarahkan untuk membuka ruang lebih besar bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui Gebyar UMKM yang melibatkan pelaku usaha binaan Pemkot Palu dan peserta inkubator bisnis.

Akademisi dan pengamat Prof Irwan Waris mengatakan sejumlah perubahan penataan Kota Palu dapat dirasakan dalam beberapa tahun terakhir.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Pemkot Palu Dorong ORARI Perkuat Komunikasi Kebencanaan

26 September 2026 - 17:30 WITA

Muhammad Akhir Armansyah membuka Palu Amateur Radio Festival 2026

Pemkot Palu Dorong Bahasa Isyarat untuk Perkuat Layanan Publik Inklusif

26 September 2026 - 15:45 WITA

Kampanye Bahasa Isyarat dan Budaya Tuli di Kota Palu

Pasar Tani HUT ke-48 Kota Palu Diserbu Warga, Cabai Rawit Habis dalam 2 Jam

26 September 2026 - 14:55 WITA

pasar-tani-palu-hut-ke-48

Kota Palu Raih 6 Penghargaan Pendidikan di Bago Nggabelo 2026

26 September 2026 - 10:17 WITA

Penyerahan penghargaan kepada perwakilan Pemerintah Kota Palu dalam Bago Nggabelo 2026

HUT ke-48 Kota Palu, Hadianto Buka Night Market untuk Perluas Ruang UMKM

26 September 2026 - 09:51 WITA

Wali Kota Palu meninjau lapak UMKM dalam Night Market HUT ke-48 Kota Palu

HUT ke-48 Kota Palu, Pemkot Gelar Operasi Gratis Celah Bibir dan Langit-langit

25 September 2026 - 18:35 WITA

Pelayanan bakti sosial operasi gratis di RSUD Anutapura Palu
Trending di Kesehatan