Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat sektor perkebunan melalui program pengembangan kakao. Pada 2026, sebanyak 6,4 juta bibit kakao disiapkan untuk 339 kelompok tani yang tersebar di 20 kecamatan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, mengatakan pengembangan komoditas kakao menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
“Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi melalui dukungan bibit, pendampingan, dan bantuan biaya tanam bagi petani,” kata Irwan, Jumat (19/6).
Ia menjelaskan, program tersebut didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp115,2 miliar. Selain penyediaan bibit, pemerintah juga menyiapkan bantuan biaya tanam sebesar Rp7,07 miliar untuk mendukung keberhasilan program.
Menurut Irwan, pengembangan kakao merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi desa melalui program Gerakan Membangun dari Desa (Gerbang Desa).
Sebelumnya, pada 2025 pemerintah juga melaksanakan peremajaan tanaman kakao di lahan seluas 350 hektare atau setara dengan 350 ribu pohon yang melibatkan 22 kelompok tani. Program tersebut didukung anggaran Rp6,3 miliar dan bantuan biaya tanam sebesar Rp408 juta dari pemerintah pusat.
Selain kakao, pemerintah daerah juga terus mengembangkan komoditas unggulan lainnya seperti durian dan kelapa dalam yang diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Irwan berharap berbagai dukungan yang diberikan pemerintah dapat meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus mendorong peningkatan pendapatan petani di Kabupaten Parigi Moutong.
“Melalui penguatan sektor perkebunan, kita ingin menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat desa serta menjadikan Parigi Moutong sebagai daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.
ADV-PPID








