“Organisasi kerukunan keluarga harus memiliki ciri saling tolong-menolong. Diundang atau tidak, harus hadir ketika ada anggotanya yang mengalami kesulitan,” ujarnya.
Anwar Hafid menegaskan, kekuatan utama organisasi berbasis kekerabatan dan etnis terletak pada kepedulian antaranggota. Ia juga memaparkan tiga filosofi utama masyarakat Bungku, yakni berjamaah, unggul, dan kuat.
Ketiga nilai tersebut, lanjutnya, merupakan warisan leluhur yang dirangkum dalam semboyan Tepe Asa Maroso, yang bermakna “bersama kita kuat”.
“Bungku itu berjamaah, unggul, dan kuat,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman. Menurutnya, nilai-nilai tradisi yang diwariskan para leluhur harus tetap dipertahankan sebagai fondasi dalam membangun kemajuan.
Acara pengukuhan itu juga menetapkan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido dan Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan sebagai bagian dari jajaran Dewan Kehormatan KKB.
ADV-PPID








