Menu

Mode Gelap

Bisnis · 6 Mar 2025 19:57 WITA ·

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Tegaskan Program Pemda Harus Pro-Rakyat

badge-check

Redaksi


 Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Foto: Dok. Pemda Sulteng Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Foto: Dok. Pemda Sulteng

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menekankan pentingnya keberpihakan program pemerintahan daerah kepada masyarakat miskin dan penciptaan lapangan kerja. Pernyataan ini disampaikan Anwar Hafid dalam rapat koordinasi bersama pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur, Rabu (5/3/2025).

Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa setiap kebijakan harus mengacu pada prinsip pro-poor, pro-job, pro-growth, dan pro-environment. Menurutnya, program yang tidak memenuhi empat pilar tersebut akan segera dievaluasi.

“Setiap dana yang keluar dari kas daerah harus memiliki dampak langsung pada pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Anwar Hafid.

Ia juga meminta agar penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) segera diselesaikan tanpa bertele-tele. Proses ini, kata Anwar, harus selaras dengan visi BERANI (Bersama Anwar-Reny) yang menjadi landasan pemerintahannya.

“RPJMD harus selesai pada April. Penyusunan ini bukan hal baru, jadi tidak perlu terlalu rumit,” tegasnya.

Sebagai bentuk identitas, Anwar memperkenalkan konsep “BERANI” untuk diintegrasikan dalam setiap program.

“Kita ingin membangun Sulawesi Tengah dengan keberanian. Setiap program harus mencerminkan semangat ini, agar masyarakat juga berani bermimpi dan sejahtera,” tambahnya.

Dalam hal pengawasan, Gubernur Anwar Hafid menginstruksikan setiap kepala OPD untuk melaporkan perkembangan program secara rutin melalui email langsung kepadanya.

“Jika tidak mampu menunjukkan hasil nyata dalam lima tahun, saya anggap itu sama saja dengan mengundurkan diri,” ujarnya tegas.

Anwar Hafid juga menyoroti efisiensi anggaran, termasuk pemangkasan belanja perjalanan dinas. Namun, ia memastikan hal tersebut tidak akan menghambat kinerja pemerintah daerah. Prioritas anggaran tetap diarahkan pada program strategis, seperti beasiswa pendidikan dan layanan administrasi kependudukan.

“Dalam 100 hari pertama, beasiswa harus berjalan. Pelayanan pembuatan KTP juga tidak boleh terhambat. Program lain akan dirancang lebih matang untuk 2026,” kata Anwar.

Ia juga mendorong kepala dinas untuk aktif mencari tambahan anggaran dari pemerintah pusat. Menurutnya, koordinasi yang intensif diperlukan agar Sulawesi Tengah tidak tertinggal dalam berbagai program nasional.

Di akhir arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan kembali agar seluruh perangkat daerah bekerja serius.

“Tidak ada ruang untuk setengah hati. Kalau tidak bisa serius, lebih baik mundur,” pungkasnya. (**)

Ikuti Berita PaluPoso di Google News

 

Artikel ini telah dibaca 121 kali

Baca Lainnya

Akses Internet Mulai Menjangkau Desa Terpencil di Parigi Moutong

14 April 2026 - 12:42 WITA

Ilustrasi jaringan internet yang mulai menjangkau desa terpencil di Parigi Moutong.

Erwin Burase Lepas Pemulangan Jenazah Korban Pohon Tumbang di Parigi Moutong

13 April 2026 - 23:34 WITA

Erwin Burase Lepas Pemulangan Jenazah Korban Pohon Tumbang

Di Bawah Kepemimpinan Erwin Burase, Investasi Parigi Moutong Melonjak 365 Persen

12 April 2026 - 22:35 WITA

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase

Erwin Burase Pastikan Penanganan Korban Pohon Tumbang Berjalan

12 April 2026 - 22:15 WITA

Erwin Burase Pastikan Penanganan Korban Pohon Tumbang Berjalan

Usia 24 Tahun, Parigi Moutong Dinilai Terus Bergerak Maju

10 April 2026 - 17:21 WITA

Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Bupati Parigi Moutong Erwin Burase pimpin upacara HUT ke-24 Parigi Moutong

Pemkab Parigi Moutong Tanam Pohon untuk Mitigasi Perubahan Iklim

9 April 2026 - 15:41 WITA

Pemkab Parigi Moutong dan Warga menanam bibit pohon di area bantaran sungai Torue.
Trending di Bisnis