Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan Pemerintah Kota Palu perlu meningkatkan kualitas kerja pada periode kedua kepemimpinannya agar program pembangunan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat.
Hal itu disampaikan Hadianto dalam dialog interaktif RRI Palu “Palu Menyapa” bertema “Moving in Action: Capaian dan Keberlanjutan Program Kota Palu”, Kamis, 24 September 2026.
Hadianto mengikuti dialog secara virtual melalui Zoom dari Palu. Dialog tersebut juga menghadirkan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmat Mustafa serta akademisi dan pengamat Prof Irwan Waris.
Menurut Hadianto, periode pertama kepemimpinannya digunakan untuk merumuskan gagasan perubahan dan meletakkan dasar perbaikan tata kelola pembangunan. Pada periode kedua, pemerintah harus menunjukkan hasil kerja yang lebih konkret.
“Periode pertama kita masih dalam taraf membangun wacana terhadap berbagai upaya perubahan dan perbaikan di Kota Palu. Tapi periode kedua ini adalah periode di mana kita berharap lebih dari itu, bahwa semua pihak benar-benar menunjukkan kerja yang lebih nyata,” ujar Hadianto Rasyid.
Ia mengatakan keberlanjutan pembangunan bukan berarti sekadar mempertahankan program yang sudah berjalan. Pemerintah juga perlu mengevaluasi cara kerja dalam menjalankan setiap program.
“Yang harus kita evaluasi sebenarnya bukan programnya, tetapi cara kerja kita dalam menjalankan program tersebut,” katanya.
Hadianto menyebut 88 program prioritas Pemkot Palu saat ini berjalan. Pemerintah, kata dia, tetap melakukan penyempurnaan agar pelaksanaannya lebih efektif.
Salah satu yang dievaluasi adalah program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha. Menurut Hadianto, penerima bantuan kini tidak langsung memperoleh modal, tetapi terlebih dahulu mendapat penguatan literasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola usaha.
“Mulai tahun 2025 hingga 2026, masyarakat yang menerima bantuan modal usaha tidak lagi langsung memperoleh bantuan begitu saja. Sebelum menerima bantuan, mereka akan terlebih dahulu mendapatkan penguatan literasi agar mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmat Mustafa mengatakan tema Moving in Action menggambarkan upaya menerjemahkan perencanaan pembangunan menjadi tindakan.
Momentum HUT ke-48 Kota Palu, menurut dia, juga diarahkan untuk membuka ruang lebih besar bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui Gebyar UMKM yang melibatkan pelaku usaha binaan Pemkot Palu dan peserta inkubator bisnis.
Akademisi dan pengamat Prof Irwan Waris mengatakan sejumlah perubahan penataan Kota Palu dapat dirasakan dalam beberapa tahun terakhir.








